Rabu, 09 Mei 2012

pengukuran Skala dan Sikap


soal + jawabannya

1.      Untuk mengukur perilaku ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diuraikan dan dijelaskan hal-hal tersebut ?
Jawaban :
Pengukuran perilaku kesehatan dilakukan pada ketiga  domain perilaku kesehatan yaitu:
1. Pengetahuan, yaitu “Apa yang diketahui oleh responden terkait dengan kesehatan.” Misalnya tentang penyakit (penyebab, cara penularan, cara pencegahan), gizi, sanitasi, pelayanan kesehatan, dsb. Pengukuran pengetahuan bersifat “memory recall” (apa yang diingat oleh responden tentang pesan-pesan atau informasi kesehatan, bukan apa pendapat responden. Namun demikian apa yang diingat atau diketahui oleh responden sulit dibedakan dengan pendapat responden. Metode penelitian dan pengukuran pengetahuan dibedakan menjadi:
a.    Kuantitatif:
1) Wawancara terstruktur
2) Angket
b.    Kualitatif:
1) Wawancara terbuka (mendalam)
2) Diskusi Kelompok Terfokus (DKT)
2. Sikap, yaitu “Apa pendapat atau penilaian responden terhadap hal yang terkait dengan kesehatan.” Pengukuran sikap dirumuskan dalam bentuk pernyataan. Pernyataan haruslah sependek mungkin, kurang lebih dua puluh kata. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan jelas. Tiap satu pernyataan hanya memiliki satu pemikiran saja. Tidak menggunakan negatif rangkap. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan:
a.       Sikap merupakan tingkatan afeksi yang positif atau negatif  yang dihubungkan  dengan  obyek (Thurstone).
b.      Sikap dilihat dari individu yang menghubungkan efek yang  positif dengan obyek (individu menyenangi obyek atau negatif  atau tidak menyenangi obyek.(Edward)
c.         Sikap merupakan penilaian dan atau pendapat individu terhadap obyek :
1)      Setuju, tak setuju
2)      Baik, tak baik
3)      Menerima, tak menerima
4)      Senang, tak senang
d.        Pendapat atau penilaian dinyatakan dalam bentuk pernyataan menggunakan  skala Likert,
Misalnya:     Sangat setuju ------------> sangat tak setuju
         Baik sekali --------------> sangat tidak baik
                                 Sangat menerima --------> sangat menolak
Metode pengukuran sikap dilakukan dengan :
a.       Wawancara
1)      Guided (wawancara tertutup/terpimpin)
2)      Unguided (wawancara terbuka)
b.      Self administered (Angket):
1)      Guided (tertutup/terpimpin)
2)      Unguided (terbuka)

3.      Praktek (tindakan), yaitu “Apa yang dilakukan oleh responden terhadap hal yang terkait dengan kesehatan (pecegahan penyakit, cara peningkatan kesehatan, cara memperoleh pengobatan yang tepat, dsb).” Pengukuran praktek (tindakan) adalah mengukur praktek, tindakan, atau kegiatan yang dilakukan oleh responden tentang hal-hal yang terkait dengan pemeliharaan atau peningkatan kesehatannya, misalnya:
a.       Makan, minum, mandi, buang air besar
b.      Berolah raga
c.       Upaya-upaya mencegah penyakit
d.      Mencari penyembuhan waktu sakit, dsb
Pengukuran praktek dilakukan dengan metode:
a.       Langsung, dengan observasi atau mengamati terhadap perilaku sasaran (respoden), dengan menggunakan lembar tilik (check list)
b.      Tidak langsung
1)      Metode “recall” atau mengingat kembali terhadap apa yang telah  dilakukan responden.
2)      Melalui orang ketiga (orang0 lain yang “dekat” dengan responden yang diteliti
3)      Memalui “indokator” (hasil perilaku) responden, perilaku personal hygiene diukur dari kebersihan kuku, rambut, kulit, dsb

2.      Apakah pengukuran perilaku dapat dilakukan secara langsung? Bagaimana hubungan pengukuran perilaku dengan teknik skala?
Jawaban :
Pengukuran dapat dilakukan secara langsung, yakni dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden.
Hubungan dengan teknik skala. Teknik mengharuskan seorang responden untuk menempatkan karaktersitik atau pernyataan pada suatu titik dalam kontinum. Karakteristik tersebut :
Ø  Skala evaluasi, mengukur satu kualitas tunggal dengan cara yang sederhana, misalnya, skor untuk tingkatan persahabatan adalah pada titik skala 7
Ø  Skala komparatif, mengukur dua atau lebih kualitas dengan cara membandingkan, misalnya, dengan menyusun peringkat secara berurutan atau perbandingan pasangan
Ø  Skala sikap, sikap responden terhadap sesuatu atau seseorang dinilai. Berbagai jenis skala yang digunakan disini dirancnag oleh Likert, Osgood, thurstone, dan guttman. Contoh, jika yang digunakan adalah skala Likert, subjek di dalam skala berisi lima poin menunjukkan sampai sejauh mana dia setuju dengan sejumlah pernyataan.
Dengan demikian di dalam kuesioner berisi 20 item yang digunakan untuk mengukur sikap terhadap perang, seorang pengasut perang murni mungkin memiliki skor sekitar 100.
3.      Jelaskan apa yang ada ketahui mengenai skala Thurstone, Guttman, likert dan semantic. Apa perbedaan yang mendasar diantara ketiga skala tersebut ?
Jawaban :

Skala Thurstone (Method of Equel-Appearing Intervals)
Metode ini mencoba menempatkan sikap seseorang pada rentangan kontinum dari yang sangat unfavorabel hingga sangat favorabel terhadap suatu obyek sikap. Caranya dengan memberikan orang tersebut sejumlah aitem sikap yang telah ditentukan derajat favorabilitasnya. Tahap yang paling kritis dalam menyusun alat ini seleksi awal terhadap pernyataan sikap dan penghitungan ukuran yang mencerminkan derajad favorabilitas dari masing-masing pernyataan. Derajat (ukuran) favorabilitas ini disebut nilai skala. 

Untuk menghitung nilai skala dan memilih pernyataan sikap, pembuat skala perlu membuat sampel pernyataan sikap sekitar lebih 100 buah atau lebih. Pernyataan-pernyataan itu kemudian diberikan kepada beberapa orang penilai (judges). Penilai ini bertugas untuk menentukan derajat favorabilitas masing-masing pernyataan. Favorabilitas penilai itu diekspresikan melalui titik skala rating yang memiliki rentang 1-11. Sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sangat setuju Tugas penilai ini bukan untuk menyampaikan setuju tidaknya mereka terhadap pernyataan itu. 

Median atau rerata perbedaan penilaian antar penilai terhadap aitem ini kemudian dijadikan sebagai nilai skala masing-masing aitem. Pembuat skala kemudian menyusun aitem mulai dari aitem yang memiliki nilai skala terendah hingga tertinggi. Dari aitem-aitem tersebut, pembuat skala kemudian memilih aitem untuk kuesioner skala sikap yang sesungguhnya. Dalam penelitian, skala yang telah dibuat ini kemudian diberikan pada responden. Responden diminta untuk menunjukkan seberapa besar kesetujuan atau ketidaksetujuannya pada masing-masing aitem sikap tersebut. 

Teknik ini disusun oleh Thurstone didasarkan pada asumsi-asumsi: ukuran sikap seseorang itu dapat digambarkan dengan interval skala sama. Perbedaan yang sama pada suatu skala mencerminkan perbedaan yang sama pula dalam sikapnya. Asumsi kedua adalah Nilai skala yang berasal dari rating para penilai tidak dipengaruhi oleh sikap penilai terhadap isue. Penilai melakukan rating terhadap aitem dalam tataran yang sama terhadap isue tersebut.

Skala Guttman
Salah satu metode penyusunan skala yang amat popular sekarang ini adalah yang dikembangkan oleh Louis Guttman. Metode Guttman  didasarkan pada kenyataan bahwa relevansi tiap-tiap indicator terhadap variable adalah berbeda; satu indicator mungkin lebih dapat mengukur variable tersebut dengan lebih tepat.
Yang hendak dipertahankan oleh skala Guttman adalah ketunggalan dimensi (undimensionality), artinya skala sebaiknya hanya mengukur satu dimensi saja dari variable yang memiliki beberapa dimensi. Misalnya, walaupun variable nilai anak mempunyai dimensi ekonomi, dimensi psikologi, dan dimensi social, namun suatu skala nilai anak sebaiknya hanya mengukur salah satu dari dimensi diatas.

Prinsip lain yang terdapat dalam skala Guttman ini adalah seperti pernyataan-pernyataan mempunyai bobot yang berbeda; dan apabila ia seorang responden menyetujui pernyataan yang lebih berat bobotnya, maka dia diharapkan akan menyetujui pernyataan-pernyataan yang bobotnya lebih rendah.

Untuk menilai ketunggalan dimensi suatu skala diadakan analisa skalogram untuk mendapatkan koefisien reproduksibilitas (coefficient of reproducibility), kr, dan koefisien skalabilitas (coefficient of scalability), ks. 

TABEL Guttman untuk Skala “Nilai Ekonomi Anak”

Responden                                                       Pernyataan
                             3                      1          2          7          4          6                      5

A                          Ya                   Ya
C                                                  Ya       Ya
D                          Ya                   Ya       Ya
A                          Ya                   Ya       Ya
G                          Ya                               Ya                   Ya
H                          Ya                   Ya       Ya       Ya
E                           Ya                   Ya       Ya                               Ya
I                            Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya
F                           Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya
K                          Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya
M                          Ya                   Ya                   Ya       Ya       Ya      
N                          Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya                   Ya
J                            Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya                   Ya
L                           Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya                   Ya
O                          Ya                   Ya       Ya       Ya       Ya       Ya                   Ya

Setelah table Guttman tersusun, langkah selanjtunya adalah menilai skala Nilai ekonomi anak dengan analisa skalogram. Untuk ini perlu dihitung jumlah kesalahan (e). kalau dihitung sel-sel yang kosong dari jawaban “Ya” yang menyeleweng pada kolom-kolom pernyataan 1 sampai 7 dalam table Guttman, maka jumlah kesalahan adalah 6.
    
Ringkasnya langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menyusun skala dengan metode Guttman adalah sebagai berikut:
a.       Susunlah sejumlah pertanyaan yang relevan untuk mengukur variable yang diteliti.
b.      Pre-test pertanyaan tersebut pada suatu sampel sebesar lebih 50 responden.
c.       Singkirkan pernyataan-pernyataan yang memperoleh jawaban yang ekstrem; yang disetujui atau tidak disetujui oleh 80 persen responden
d.      Susun jawaban yang diperoleh dalam suatu table Guttman. Pada baris susunlah responden menurut urutan skor total jawabannya dari yang terkecilo sampai yang terbesar. Pada kolom susunlah penrnyataan-pernyataan dari yang paling banyak mendapatkan jawban sampai yang paling sedikit.
e.       Hitunglah koefisien reprodusibiltas (kr) dan koefisien skalabilitas (Ks). Skala yang memiliki Kr = 0,90 dan ks = 0,60 ke atas dapat diterima
f.       Skor skala Guttman dihitung dari jumlah jawaban “Ya” untuk pernyataan-pernyataan dalam skala tersebut. Jadi kalau responden menjawab “Ya” untuk 6 pernyataan dalam skala Nilai ekonomi anak, skor totalnya adalah 6.

Skala Likert (Method of Summateds Ratings) 
Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Nama skala ini diambil dari nama rensis likert, yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:
  1. Sangat tidak setuju
  2. Tidak setuju
  3. Netral
  4. Setuju
  5. Sangat setuju
Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistic hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip.
Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan "netral" tak tersedia.
Semantic differential
Skala perbedaan semantic berusaha mengukur arti obyek atau konsep bagi seorang responden. Responden diminta untuk menilai suatu objek atau konsep (sekolah, kondom, IUD, korupsi, Bimas, program keluarga berencana, dll) pada suatu skala yang mengandung dua ajektif yang bertentangan. Skala bipolar ini mengandung unsur evaluasi (bagus – buruk, berguna – tidak berguna, jujur – tidak jujur, bersih – kotor, bermanfaat – tidak bermanfaat, menguntungkan – tidak menguntungkan) unsur potensi (besar-kecil, kuat-lemah, berat-ringan) dan unsur aktivitas  (aktif-pasif, cepat-lambat, beat-ringan).

Langkah-langkah untuk menyusun suatu skala perbedaan semantic adalah sebagai berikut :
1.      Tentukan konsep atau obyek yang hendak diukur
2.      Pilihlah pasangan ajektif yang relevan untuk konsep atau obyek tersebut. Penentuan ajektif harus dilakukan secara empiris pada dua kelompok sampel yang berbeda. Misalnya kita pilih dua kelompok; pertama, pro-Bimas; dan kedua anti-Bimas, jawaban dari kedua kelompok dianalisa dan pilihlah ajektif yang dapat membedakan dengan jelas kedua kelompok tersebut
3.      Skor buat seorang responden adalah jumlah skor dari pasangan ajektif.

Perbedaan yang mendasar dari penelitian :
1.      Thurstone : unfavorabel hingga sangat favorabel terhadap suatu obyek sikap, Favorabilitas penilai itu diekspresikan melalui titik skala rating yang memiliki rentang 1-11. Sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Sangat setuju
2.      Guttman : variable nilai anak mempunyai dimensi ekonomi, dimensi psikologi, dan dimensi social. pernyataan-pernyataan mempunyai bobot yang berbeda; dan apabila ia seorang responden menyetujui pernyataan yang lebih berat bobotnya, maka dia diharapkan akan menyetujui pernyataan-pernyataan yang bobotnya lebih rendah.
3.      Likert : responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia.
1.      Sangat tidak setuju
2.      Tidak setuju
3.      Netral
4.      Setuju
5.       Sangat setuju
4.      Semantic : skala bipolar ini mengandung unsur evaluasi (bagus – buruk, berguna – tidak berguna, jujur – tidak jujur, bersih – kotor, bermanfaat – tidak bermanfaat, menguntungkan – tidak menguntungkan) unsur potensi (besar-kecil, kuat-lemah, berat-ringan) dan unsur aktivitas  (aktif-pasif, cepat-lambat, beat-ringan).

4.      Jelaskan konsep validitas dan realibilitas suatu instrument ukur! Bagaimanakah penerapannya dalam teknik skala ?
Ø  Validitas
Validitas merupakan kaakteristik yang sangat penting dari riset yang baik. Riset tidak akan berguna tanpa validitas. Validitas dapat diuraikan sebagai tingkatan ukuran riset yang sebenarnya, yang memang didesain untuk mengukur.
Berbagai jenis validitas juga dibahas dan diperbedakan antara lain validitas isi, face validity, validitas internal dan eksternal, validitas kriteria dan validitas kelompok
1.      Content validity
Menggambarkan seberapa jauh  kumpulan variable (item) yang menghasilkan indek compost menggambarkan satu konsep tertentu.
2.      Criterion validity
Criterion validity dinilai dengan membandingkan hasil satu pengukuran menurut gold standard
Test
Gold standard
Jumlah
+
-
+
A
B
A+B
-
C
D
C+D
Jumlah
A+C
B+D
N
Sensifitas : A/(A+C)
Spesifitas : D/(B+D)
Nilai presiksi positif : A/(A+B)
Nilai prediksi negative : D/(C+D)

3.      Construct validity
Menggambarkan seberapa jauh hasil satu pengukuran sesuai dengan hasil pengukuran lain yang secara teoritis menggambarkan konsep yang diukur.

Ø  Realibilitas
Realibilitas mengacu pada derajat konsistensi dan pengulangan instrument pengumpulan data. Derajat instrument dapat diandalkan untuk memberikan hasil konsisten, walaupun dilakukan penerapan ulang terhadap instrument pengukuran atau prosedur pengumpulan data.
Contoh: si “A” memiliki berat badan 68 kg pada saat ditimbang dengan menggunakan timbangan standar penelitian. Di sebua mall si “A” melakukan penimbangan dan hasilnya beratnya adalah 75 kg. karena kurang percaya dengan hasilnya, si A melakukan penimbangan lagi di timbangan yang sama di maal tersebut dan beratnya tetap 75 kg.
Contoh diatas menggambarkan timbangan di mall memiliki realibiltas yang baik (hasilnya selalu konsisten), tetapi validitas buruk (tidak mengukur hal yang sebenarnya).

Ada tiga metode utama untuk menetapkan realibiltas suatu teknik
1.      Metode Tes retes. Jika sebuah teknik digunakan berulang kali dalam kondisi yang sebanding, reliabilitas akan dilihat berdasarkan perbandingan nilai.  
2.      Metode Bentuk parallel. Reliabilitas bentuk parallel bisa didapat dengan melakukan dua bentuk pengujian sama, yang dikembangkan dan sudah diuji, utnuk memastikan kesepadanannya. Jika yang lebih banyak dipakai observaisonal bukan pengujian, reliabilitas bentuk parallel diuji dengan meminta dua pengamat untuk merekam data secara terpsiah tetapi bersamaan.
3.      Metode Terbagi dua. Hal ini dilakukan dengan membagi riset menajdi ndua bagian, dengan suatu cara, sehingga kedua belahan tersebut dapat diperbandingkan. Cara ini akan memberikan hasil yang sama-sama berkorelasi sehingga menjamin realibiltasnya.

Daftar Pustaka
  1. Soekidjo Notoatmodjo, (2003). Promosi Kesehatan teori dan aplikasi.
  2. Liker, Rensis  (1932), "A Technique for the Measurement of Attitudes", Archives of Psychology 140: 1–55
  3. Dawes, John (2008), "Do Data Characteristics Change According to the number of scale points used? An experiment using 5-point, 7-point and 10-point scales," International Journal of Market Research, 50 (1), 61-77.
  4. Paul Stevens dkk (2005). Pengantar Riset, pendekatan ilmiah untuk profesi kesehatan.
  5. Masri singarimbun & sofian effendi (1989). Metode Penelitian Survai (edisi Revisi).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar